Home Profil Pelatihan Testimoni Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
gagap berbicara
 ARTIKEL

gagap berbicara

Gagap Berbicara (stuttering)

Prof. Dr. Zakiah Daradjat

 

 

Gangguan jiwa ini berupa gagap dalam berbicara, ada yang dalam bentuk terputus-putus, tertahan nafas atau berulang-ulang. Apabila tekanan gagap itu terlalu besar, maka kelihatan orang menekan kedua bibirnya dengan diiringi gerakan-gerakan tangan, kaki dan sebagainya.

 

Biasanya gagap itu mulai pada umur  diantara 2 dan 6 tahun. Gejala ini lebih banyak terjadi pada anak laki-laki, anak kembar dan orang kidal, dan mungkin disebabkan oleh gangguan fisik seperti kurang sempurnanya alat percakapan, gangguan pada pernapasan, amandel dan sebagainya. Akan tetapi, apabila alat-alat itu sehat maka gejala itu timbul akibat pertentangan batin, tekanan perasaan, ketidakmampuan penyesuaian diri. Gejala itu adalah sebagai salah satu akibat dari gangguan jiwa.

 

Contoh :

Seorang anak perempuan berumur 7 tahun, menderita gangguan berbicara sejak ia mulai masuk sekolah. Makin  lama makin gagap ia berbicara, sedangkan sebelumnya ia berbicara lancar. Dari penelitian itu terbukti , bahwa si anak adalah anak bungsu yang sangat di manja dalam keluarga. Semua perbuatannya di biarkan, tidak pernah di tegur dan kemauannya selalu dituruti.  Waktu akan masuk sekolah ia sangat gembira, tapi setelah merasakan sekolah beberapa hari ia mulai tidak mau pergi ke sekolah. Karena tidak ada guru yang memanjakannya di sekolah. Sekolah tidak seperti di rumah, ada peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhinya, sehingga terasa olehnya bahwa sekolah itu kekangan dan siksaan baginya. Itulah sebabnya maka ia tidak mau pergi ke sekolah.

 

Atan tetapi, orang tua dan saudara-saudaranya yang dulu selalu menuruti segala kemauannya, sekarang selalu memaksanya supaya pergi ke sekolah, bahkan kadang-kadang memukulnya. Tak lama kemudian mulailah muncul gejala tersebut, ia mulai gagap yang makin lama makin bertambah.

 

Rupanya si anak sekaligus dihadapkan pada suasana yang berlainan dari yang biasa dihadapinya di rumah, disamping perubahan sikap orang tua dari memanjakan kepada kekerasan. Si anak tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan suasana  itu, sehingga ia merasa sangat tertekan. Untuk itulah gejala gagap itu muncul, yang menolongnya dalam menghadapai kesukaran dan pula sebagai cara untuk manarik perhatian.

 

 

Ngompol

Banyak orang tua mengeluh karena anaknya yang sudah besar masih ngompol saja. Ngompol adalah salah satu dari gejala gangguan jiwa, ada yang hanya malam hari, ada juga yang siang hari. Seharusnya dalam pertumbuhan anak, makin besar makin makin dapat menguasai dirinya dan mengatur bila dan dimana ia harus buang air. Akan tetapi sering terjadi bahwa anak yang tadinya sudah dapat menahan dan mengaturnya, kemudian berubah atau tidak dapat mengaturnya sampai usia belasan tahun, masih ngompol saja. Biasanya hal ini terjadi, sebagai akibat dari gangguan jiwa, tekanan perasaan, atau ingin diperhatikan. Anak yang dimanjakan dan jadi pusat perhatian ibu bapak, berubah menjadi kurang diperhatikan oleh karena adiknya sudah lahir.

 

Ketidakpuasan si anak atas perlakuan orang tua yang berubah itu, akan menyebabkan ia gelisah dan merasa tertekan, disamping ingin kembali mendapat perhatian seperti dulu. Maka terjadilah secara tidak sadar. Ia buang air kecil sewaktu tidur. Dan mungkin pula yang menderita itu anak yang kecil, karena merasa bahwa kakak-kakaknya lebih mendapat perhatian.

 

 

Contoh :

Seorang anak laki-laki berumur 11 tahun, masih ngompol tiap malam, tidak bisa diobati, tidak bisa di marahi, dipukul, di nasehati dan sebagainya. Semuanya tidak ada yang mempan baginya. Disamping ngompol ia juga malas ke sekolah, tidak mau belajar, dan bodoh. Kelakuannya pun nakal, adik-adiknya selalu diganggunya, disamping keras kepala, tidak mau ditegur dan dinasehati.

 

Dalam penelitian terbukti bahwa orang tua selalu melebihkan dan memuji kakaknya, yang dikatakan pintar, rajin, baik dan sebagainya. Disamping  itu orang tua sering memukul dan memarahi anak ngompol itu, karena merasa segala macam keburukan menumpuk pada dirinya seperti pemalas, bodoh, nakal dan ngompol. Dengan memukul dan memarahi itu, diharapkan kelakuannnya itu berubah. Akan tetapi ternyata kelakuan dan penyakitnya bertambah.

 

Setelah melalui perawatan dan meyakinkan orang tuanya untuk merubah tindakan serta sikapnya terhadap anaknya itu. Maka gejala-gejala tersebut hilang ia tidak nakal lagi, rajin belajar, tidak ngompol, bahkan tergolong anak yang pandai di kelasnya. Jadi ngompol dalam hal ini adalah sebagai akibat dari rasa tidak puas, tapi perasaan itu tidak dapat diungkapkannya sehingga jiwanya menjadi tertekan.


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb