Home Profil Pelatihan Testimoni Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
sakit atau bukan?
 ARTIKEL

sakit atau bukan?

Sakit atau bukan ?

“Pak Ali (54) seorang direktur perusahaan asing sejak usia 3o tahun sampai kini sering mengeluh menderita sakit kepala. Berbagai pengobatan dokter, ahli pengobatan alternatif, akupuntur, dan pemeriksaan laboraturium lainnya tetap saja penyakitnya tidak kunjung hilang. Ia selalu mengeluh migran atau sakit kepala apalah namanya. Semua orang yang mendengar keluhannya bingung dan membantu mencarikan ahli pengobatan untuknya, namun tidak kunjung sembuh. Pak alipun putus asa dan akhirnya memutuskan untuk ikut serta senam taichi di suatu klub senam manula. Sejak mengikuti senam iut keluhan sakit kepalanya berkurang, entah apa hubungannya ??”

 

ada suatu istilah worried well yang dikalangan psikolog disebut somatisezer adalah masalah emosi. Yaitu penderita merasakan sakit padahal setelah didiagnose tidak memiliki penyakit apapun. Penderitanya bukan harus disuntik tetapi harus mendapatkan perawatan psikologis.

 

Seorang peneliti dari Harvard University, Caroline Hellman dan rekan-rekannya meneliti 80 pasien yang dirawat di Harvard Community Health Plan (HCHP). Penderita menunjukan gejala-gejala penderitaan fisik, tetapi organ-organnya sehat . mereka antara lain menderita hipertensi, sesak napas, asma, sakit kepala, pusing, diare, gangguan tidur, gangguan makan atau berat badan, gelisah, stress dan tegang.

 

Mereka dibagi 3 kelompok. Satu kelompok mengikuti program way to wellness yang dikembangkan oleh HCHP. Kelompok yang diambil bagian dalam mind-body group program yang dikembangkan di Beth Israel Hospital di Boston. Masing-masing kelompok tersebut melakukan pertemuan selama 6 minggu. Selama itu pasien diajari cara membentuk sikap. Mereka juga dilatih untuk  santai dan mawas diri. Kelompok ketiga bertemu dua kali. Dalam pertemuan ini pasien diajarkan untuk menghubungkan stress dan sakit mereka serta diajari cara mengendalikan stress yang bias dilakukan di rumah. Begitu studi itu selesai, semua pasien merasa lebih baik secara fisik maupun mental.


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb